19 Tahun Gempa Jogja: Mengenang Tragedi 27 Mei 2006 yang Masih Membekas di Ingatan Warga

Suasana seusai gempa
Suasana pasca gempa di Jogja pada 27 Mei 2006. Foto: Anto hendri

FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Hari ini, 27 Mei 2025, genap 19 tahun sejak Gempa Jogja 27 Mei 2006 mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian wilayah Jawa Tengah. Bencana alam ini meninggalkan luka yang belum sepenuhnya sembuh bagi ribuan warga yang kehilangan orang terkasih dan tempat tinggal.

Gempa Jogja 2006 terjadi pada hari Sabtu pukul 05.53 WIB, saat banyak pelajar tengah bersiap menuju sekolah. Guncangan berkekuatan magnitudo 6,3 ini berlangsung selama 57 detik—waktu yang singkat namun cukup untuk meruntuhkan ribuan bangunan dan merenggut ribuan nyawa.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, jumlah korban jiwa akibat gempa mencapai 5.782 orang. Selain itu, tercatat sebanyak 26.299 orang mengalami luka berat dan ringan. Kerusakan infrastruktur pun sangat masif: lebih dari 71.763 rumah rusak total, 71.372 rumah rusak berat, dan 66.359 lainnya mengalami kerusakan ringan.

Bahkan menurut catatan sejarah gempa global, Gempa Jogja 27 Mei 2006 menempati peringkat ke-9 dalam daftar gempa paling mematikan di dunia sepanjang periode 2000–2022.

Kini, meskipun bangunan telah dibangun kembali dan kehidupan berangsur pulih, kenangan akan detik-detik mencekam itu masih lekat di benak warga. Banyak yang masih ingat suara runtuhan bangunan, jeritan minta tolong, hingga suasana panik dan duka yang menyelimuti Yogyakarta saat itu.

Hari ini, warga Yogyakarta diajak untuk menundukkan kepala dan memanjatkan doa bagi para korban. Media sosial pun dipenuhi unggahan kenangan, seperti video detik-detik gempa di Parangtritis yang kembali viral.

Semoga peringatan 19 tahun gempa Jogja ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran mitigasi bencana dan penguatan infrastruktur di wilayah rawan gempa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *