Sleman  

Sleman Jadi Tuan Rumah Puncak HARGANAS ke-32 DIY Tahun 2025

Pemerintah Kabupaten Sleman dipercaya menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32 DIY tahun 2025. Foto: Humas Sleman

FaktaYogyakarta.id, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman dipercaya menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32 DIY tahun 2025. Acara berlangsung pada Kamis (17/7) di Pendopo Parasamya, Kantor Setda Sleman, dan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan daerah.

Puncak acara HARGANAS ke-32 ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X. Hadir pula Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, sejumlah kepala daerah, dan Ketua TP PKK dari seluruh kabupaten/kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam sambutannya, KGPAA Paku Alam X menyampaikan bahwa keluarga merupakan elemen utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Beliau mengapresiasi komitmen Pemkab Sleman dalam menyelenggarakan peringatan HARGANAS ke-32 DIY tahun 2025, sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun ketahanan keluarga.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Sleman sebagai tuan rumah. Ia menyampaikan bahwa melalui momen ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran keluarga dalam pembangunan bangsa semakin meningkat.

“Peringatan Hari Keluarga Nasional bukan hanya seremonial, tetapi juga bentuk refleksi kita semua tentang pentingnya membangun keluarga yang tangguh, harmonis, dan mandiri,” ujar Danang.

Berbagai rangkaian kegiatan turut memeriahkan puncak acara, mulai dari talkshow tentang ketahanan keluarga, pemberian penghargaan kepada keluarga teladan, hingga pelayanan kesehatan dan konsultasi gratis untuk keluarga.

Dengan mengusung tema “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan HARGANAS tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran strategis keluarga dalam pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *