Sleman  

Proyek Tol Jogja-Solo: Ganti Rugi di Maguwoharjo Tembus Rp556 Miliar, 260 Bidang Sudah Dibayar

Gambaran Tol Jogja-Solo yang sudah beroperasi
Gerbang Tol Jogja-Solo. (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, SLEMAN — Proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo kembali mencatat kemajuan signifikan, khususnya di wilayah Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman. Proses pembebasan lahan tol Jogja-Solo telah mencapai tahap pembayaran kepada 260 dari total 324 bidang lahan, dengan nilai ganti rugi mencapai Rp556 miliar hingga pertengahan Mei 2025.

Pejabat Pembuat Komitmen Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo, Dian Ardiansyah, menyatakan bahwa pencairan ganti rugi saat ini baru dilakukan untuk lahan di Kalurahan Maguwoharjo.

“Di Maguwoharjo ini, terdapat lima padukuhan yang terdampak pembangunan jalan tol Jogja-Solo, yaitu Ringinsari, Sembego, Maguwo, Sanggrahan, dan Pugeran,” ujarnya.

Dian menjelaskan bahwa terdapat total 324 bidang tanah yang akan dibebaskan di kawasan tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 260 bidang telah dibayarkan ganti ruginya kepada pemilik sah.

“Artinya, progres pembebasan lahan tol Jogja-Solo di Maguwoharjo sudah menunjukkan perkembangan yang sangat positif,” tambahnya.

Proses pembebasan lahan tol Jogja-Solo dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tim pengadaan tanah bersama dengan pemerintah daerah dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sleman terus bekerja untuk menyelesaikan pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan lainnya.

Dengan percepatan pembebasan lahan ini, pembangunan jalan tol Jogja-Solo ruas Maguwo-Trihanggo diharapkan bisa dimulai tanpa kendala berarti. Proyek strategis nasional ini akan menjadi infrastruktur penting dalam meningkatkan konektivitas antara Yogyakarta dan Solo, serta mengurangi kemacetan di jalur-jalur utama.

Pemerintah juga mengimbau kepada masyarakat yang lahannya terdampak untuk tetap kooperatif mengikuti proses pembebasan lahan demi kelancaran proyek nasional ini. Tol Jogja-Solo diharapkan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan mobilitas warga di wilayah DIY dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *