FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan pada Selasa pagi, 10 Juni 2025. Dalam kurun waktu enam jam terakhir, tepatnya pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat sebanyak lima kali guguran lava pijar meluncur dari puncak Merapi menuju ke arah barat daya.
Guguran lava Gunung Merapi ini mengarah ke sektor Kali Bebeng dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.600 meter. Berdasarkan pengamatan visual, gunung tampak jelas. Asap kawah yang bertekanan lemah terlihat berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai 475 meter dari puncak.
Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, khususnya yang berada di sektor rawan bencana.
Dari segi kondisi cuaca, wilayah sekitar Merapi terpantau berawan dengan suhu udara berkisar antara 17,2 hingga 19 derajat Celsius. Kelembaban udara berada pada kisaran 56 hingga 93,8 persen, dengan tekanan udara antara 871,6 hingga 913,9 mmHg. Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.
Potensi bahaya utama saat ini berupa guguran lava dan awan panas yang berpotensi terjadi di sektor selatan–barat daya, meliputi aliran Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Sementara itu, sektor tenggara seperti Sungai Woro dan Gendol masing-masing berpotensi terdampak hingga 3 km dan 5 km dari puncak.
BPPTKG juga mengingatkan bahwa jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau hingga radius 3 km dari puncak Merapi. Data pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma masih terus berlangsung, sehingga awan panas guguran bisa terjadi sewaktu-waktu dalam wilayah potensi bahaya.
Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas apa pun di dalam zona potensi bahaya dan diimbau mengikuti informasi resmi dari otoritas berwenang.














