FaktaYogyakarta.id, SLEMAN – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, secara resmi melepas ekspor salak Sleman ke Kamboja yang dilakukan oleh CV. Mitra Turindo di Padukuhan Wonokerto, Turi, pada Kamis (31/7/2024). Kegiatan ekspor ini menjadi bukti bahwa salak Sleman semakin siap bersaing di pasar internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia Perwakilan DIY juga menyerahkan fasilitas pendukung ekspor kepada Paguyuban Petani Salak Mitra Turindo. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas komoditas salak Sleman yang menjadi salah satu produk unggulan pertanian daerah.
“Ini adalah bukti nyata bahwa salak Sleman mampu bersaing di kancah global. Pertanian yang dikelola dengan baik dapat menjadi pilar ketahanan pangan dan penggerak ekonomi rakyat,” ujar Danang Maharsa. Ia menambahkan bahwa ke depannya, petani salak diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada pasar lokal.
Danang juga menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia Perwakilan DIY yang telah memberikan dukungan konkret terhadap penguatan ekspor. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia melalui sektor pertanian.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menegaskan bahwa kegiatan ekspor seperti ini berperan penting dalam mendukung ekonomi daerah dan nasional. “Ekspor berperan dalam menyumbang devisa negara, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sleman,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban CV. Mitra Turindo, Suroto, menyampaikan bahwa pihaknya mengekspor sebanyak 10 ton salak Sleman ke Kamboja. “Ekspor ke Kamboja sudah kami lakukan sejak tahun 2017, dan saat ini juga telah merambah ke pasar Tiongkok,” ungkapnya.
Ia juga berterima kasih atas bantuan fasilitas dari Bank Indonesia. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus tumbuh dan berkembang, serta menjaga kualitas salak agar bisa terus diterima di pasar luar negeri,” pungkasnya.
Ekspor ini menandai langkah penting dalam upaya peningkatan daya saing produk lokal dan penguatan ekonomi berbasis komunitas petani. Dengan dukungan berbagai pihak, salak Sleman kini semakin memperluas jangkauannya di pasar ekspor global.














