FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Cuaca ekstrem Yogyakarta tengah menjadi perhatian serius seiring dengan transisi musim penghujan ke musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini dengan status Siaga untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada periode 14–15 Mei 2025. Peringatan tersebut dikeluarkan karena adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat, disertai angin kencang dan sambaran petir.
Menurut prospek cuaca mingguan BMKG untuk periode 13–19 Mei 2025, terpantau sirkulasi siklonik yang masih aktif di wilayah Indonesia, termasuk Yogyakarta. Fenomena ini meningkatkan potensi curah hujan tinggi dan menimbulkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.
Adapun prakiraan cuaca di Yogyakarta dalam beberapa hari ke depan menunjukkan tren cuaca lembap dan tidak stabil:
- Rabu, 14 Mei: Cuaca sebagian cerah di pagi hari, kemudian berawan dan disertai potensi badai petir malam hari. Suhu 23–32°C.
- Kamis, 15 Mei: Lembap dengan awan bervariasi dan potensi badai petir sore hari. Suhu 23–32°C.
- Jumat, 16 Mei: Cuaca cenderung berawan dengan kemungkinan petir malam hari. Suhu 23–31°C.
- Sabtu, 17 Mei: Berawan dan lembap, potensi badai petir di sore hari. Suhu 24–32°C.
- Minggu, 18 Mei: Cerah berawan dengan hujan disertai petir sore hingga malam. Suhu 24–30°C.
Cuaca ekstrem di Yogyakarta menuntut kewaspadaan masyarakat. BMKG mengimbau warga untuk memeriksa kondisi saluran air, memangkas dahan pohon yang rawan tumbang, serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk. Masyarakat juga disarankan untuk terus memantau informasi terkini dari situs resmi BMKG atau melalui aplikasi resminya.
(PJC)














