FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di Yogyakarta yang diperkirakan berlangsung hingga 22 Mei 2025. Fenomena ini terjadi akibat gangguan atmosfer selama masa peralihan musim, yang menyebabkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, menyatakan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu ini. “Terpantau sampai tanggal 22 Mei masih ada potensi cuaca ekstrem,” ujar Warjono dikutip dari detik.com
BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem di Yogyakarta dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.
Untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan terkini mengenai peringatan cuaca, masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG atau mengikuti akun media sosial resmi BMKG.














