FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta resmi memulai program normalisasi Kali Code, Kali Gajah Wong, dan Kali Winongo sebagai upaya mengurangi pendangkalan sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik. Program ini ditargetkan berlangsung selama lima minggu, mulai akhir Agustus hingga akhir September 2025, dengan total panjang pengerukan mencapai 3,5 kilometer.
Kegiatan perdana dimulai pada Minggu (24/8/2025) di Bendungan Mergangsan. Pemkot Yogyakarta menurunkan dua alat berat, didukung puluhan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta partisipasi langsung Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang ikut membersihkan sampah di sungai.
Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan rasa syukur karena rencana normalisasi yang sudah diinisiasi sejak 2012 akhirnya dapat terealisasi.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa kick off pekerjaan selama satu bulan sampai akhir September. Pemkot bertugas mengawal, menyediakan akses, menyiapkan truk, dan lokasi pembuangan material. Yang penting, material tidak boleh dijual, melainkan harus untuk kepentingan umum,” tegasnya.
Adapun target pengerjaan mencakup pengerukan sepanjang dua kilometer di Kali Code, 500 meter di Kali Gajah Wong, serta 500 meter hingga satu kilometer di Kali Winongo. Normalisasi tidak hanya bertujuan mengurangi pendangkalan dan memperlancar aliran banjir, tetapi juga membuka potensi wisata sungai di Kota Yogyakarta.
“Harapan saya, Kali Code, Winongo, dan Gajah Wong bisa bersih dan menjadi outlet warga untuk menikmati pemandangan sekaligus berwisata,” tambah Hasto.
Dukungan teknis datang dari Balai Besar Wilayah Sungai melalui pengerahan alat berat dan penataan talut. Subkoordinator Pengendalian Pelaksanaan Irigasi dan Rawa, Rr Vicky Ariyanti, menjelaskan bahwa normalisasi Kali Code, Gajah Wong, dan Winongo akan mengembalikan fungsi alami sungai.
“Dengan normalisasi, aliran banjir bisa lebih lancar, genangan berkurang, dan fungsi sungai kembali sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, Dekan Sekolah Vokasi UGM sekaligus penggiat sungai, menilai langkah Pemkot Yogyakarta sebagai awal yang positif. Ia menekankan pentingnya keterlibatan komunitas sungai agar masyarakat turut menjaga kebersihan dan kelestarian.
Program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan solusi teknis, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat Yogyakarta.














