FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA – Hasil tes DNA dari RS Bhayangkara Polda DIY memastikan jenazah yang ditemukan terdampar di Pantai Krakal pada 4 Agustus 2025 adalah Azka Nurfadilah, korban kecelakaan laut yang sebelumnya dilaporkan hilang di Pantai Siung. Hal ini dikonfirmasi oleh Humas Kantor SAR Yogyakarta, Pipit Eriyanto, Rabu (10/9/2025).
Kabar ini sekaligus menutup penantian panjang keluarga sejak Azka dinyatakan hilang pada 26 Juli 2025. Jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke Jakarta dan dimakamkan.
Dari Hilang hingga Ditemukan
Azka datang ke Pantai Siung pada Kamis, 24 Juli 2025, untuk kegiatan berkemah. Namun, dua hari kemudian, pada Sabtu (26/7/2025), ia tidak lagi diketahui keberadaannya. Tenda yang disewa telah dibongkar, sementara sepeda motor miliknya tetap terparkir di lokasi.
Petugas SAR menemukan sejumlah barang yang diduga milik Azka di sekitar Watu Togok, sebuah area rawan yang kerap menjadi peringatan keselamatan bagi pengunjung. Barang-barang tersebut antara lain mukena, sandal sebelah kanan, dan obat-obatan, menjadi petunjuk terakhir sebelum ia hilang.
Enam tim SAR diterjunkan untuk melakukan pencarian menyeluruh, mulai dari daratan hingga perairan, termasuk memanfaatkan drone untuk pencarian udara. Meskipun operasi resmi telah ditutup, penyisiran terbatas tetap dilanjutkan hingga akhirnya ombak membawa jasad seorang perempuan ke Pantai Krakal. Identifikasi melalui tes DNA memastikan jenazah tersebut adalah Azka.
Kabar ini memang menutup teka-teki, namun juga membawa duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang sempat berharap Azka ditemukan selamat. Kisah ini menjadi pengingat penting akan potensi bahaya di kawasan pantai selatan DIY. Keindahan pantai selalu diimbangi dengan risiko tinggi jika pengunjung mengabaikan imbauan keselamatan.
Bagi keluarga, kepastian ini menjadi akhir dari penantian panjang. Bagi masyarakat luas, pengalaman Azka menjadi peringatan untuk selalu waspada dan menghormati ancaman alam ketika berada di laut selatan.














