Wayang Jogja Night Carnival 2025 Resmi Dibatalkan, Sektor Wisata DIY Terdampak

Wayang Jogja Night Carnival
Pemerintah Kota Yogyakarta memutuskan untuk membatalkan Wayang Jogja Night Carnival 2025, meskipun acara ini sebelumnya telah dijadwalkan menjadi bagian dari kalender event nasional. (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta memutuskan untuk membatalkan Wayang Jogja Night Carnival 2025, meskipun acara ini sebelumnya telah dijadwalkan menjadi bagian dari kalender event nasional. Agenda budaya tahunan yang seharusnya memasuki edisi ke-10 ini dihentikan karena alasan efisiensi anggaran.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berkaitan dengan kondisi keamanan pascademonstrasi, melainkan mengikuti arahan Kementerian Dalam Negeri.

“Benar, Wayang Jogja Night Carnival 2025 kita batalkan karena alasan efisiensi. Hal ini juga untuk menghindari kesan glamor yang bisa menimbulkan kecemburuan sosial,” ungkap Hasto pada Jumat (12/9/2025). Dikutip dari Jogja Info

Hasto menambahkan, arahan dari Mendagri menekankan agar pemerintah daerah menghindari penyelenggaraan acara yang terkesan berlebihan dalam penggunaan anggaran.

Keputusan ini langsung berdampak pada sektor pariwisata, khususnya perhotelan dan restoran. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengaku kaget dengan pembatalan mendadak tersebut. “Kami sangat menyayangkan pembatalan acara yang sudah masuk kalender nasional. Biasanya event ini mendatangkan wisatawan dan membantu meningkatkan okupansi hotel serta restoran di Yogyakarta,” jelas Deddy.

Menurut data PHRI, Wayang Jogja Night Carnival sebelumnya mampu mendongkrak okupansi hotel rata-rata hingga 60 persen, bahkan mencapai 80 persen di kawasan Malioboro. Event ini juga menambah lama tinggal wisatawan dari dua hari menjadi 2,5 hari, sehingga memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Hotel dan restoran merupakan penyumbang pajak penting di Kota Jogja. Jika tidak ada event besar yang menarik wisatawan, maka kontribusi terhadap PAD juga bisa berkurang,” tambah Deddy.

PHRI DIY berharap Pemkot dapat menghadirkan acara alternatif untuk memulihkan okupansi perhotelan dan menjaga citra Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang aman serta nyaman. Sementara itu, Pemkot Jogja belum memastikan apakah Wayang Jogja Night Carnival akan kembali digelar pada tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *