FaktaYogyakarta.id, YOGYAKARTA — Sebuah video yang menampilkan mobil Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X berhenti di lampu merah menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat mobil Sri Sultan berhenti tertib di persimpangan, sementara beberapa kendaraan berpatwal justru menyalip dari sisi kanan. Peristiwa ini pun ramai diperbincangkan warganet karena dianggap memperlihatkan keteladanan Sri Sultan dalam berlalu lintas.
Koordinator Humas Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, membenarkan bahwa mobil yang tampak dalam video tersebut memang milik Sri Sultan Hamengkubuwono X. Ia menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada Rabu (8/10/2025), saat Sri Sultan mendampingi Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kunjungan kerja ke Kelor, Karangmojo, Gunungkidul.
“Benar, beliau saat itu menggunakan kendaraan pribadi dan memang jarang memakai pengawalan, baik saat ke kantor maupun saat kegiatan di lapangan,” ujar Ditya, Minggu (12/10/2025).
Meski demikian, Ditya meminta agar klarifikasi terkait iring-iringan kendaraan yang terlihat menyalip dilakukan kepada pihak kementerian, karena belum dapat dipastikan siapa yang berada dalam rombongan tersebut.
Menanggapi spekulasi warganet yang menuding bahwa kendaraan berpatwal itu merupakan bagian dari rombongan Menko AHY, Staf Khusus Menko Infrastruktur, Herzaky Putra Mahendra, dengan tegas membantah hal tersebut.
Menurut Herzaky, rombongan AHY sudah meninggalkan lokasi sekitar 30 menit sebelum kejadian yang viral itu terjadi. “Tidak mungkin Pak Menko tertinggal dan kemudian mendahului Sri Sultan di lampu merah seperti yang terlihat di video,” ujarnya dikutip dari salah satu media nasional.
Ia juga menyesalkan beredarnya unggahan tanpa verifikasi yang memicu kesalahpahaman di publik. Herzaky menambahkan, bila masyarakat ingin mengetahui rombongan siapa yang melintas, bisa memeriksa pelat merah kendaraan yang tampak dalam video tersebut.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan keteladanan Sri Sultan sebagai pejabat publik yang tetap mematuhi aturan lalu lintas, bahkan di tengah situasi ramai kunjungan pejabat tinggi negara.














