Duka di Logandeng: Mahasiswa Jatuh ke Sumur, Warga Temukan Tak Bernyawa

Yahya jatuh ke sumur di Gunungkidul
Suasana tenang di Padukuhan Logandeng, Kapanewon Playen, Gunungkidul, mendadak berubah menjadi duka mendalam pada Jumat sore (1/8/2025). (dok.ist/FaktaYogyakarta.id)

FaktaYogyakarta.id, GUNUNGKIDUL – Suasana tenang di Padukuhan Logandeng, Kapanewon Playen, Gunungkidul, mendadak berubah menjadi duka mendalam pada Jumat sore (1/8/2025). Seorang mahasiswa bernama Yahya Awaludin Abdul H., 22 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah jatuh ke dalam sumur di halaman rumah neneknya.

Yahya, yang dikenal sebagai pribadi pendiam dan santun, tinggal di rumah sang nenek, Mbah Yanti, selama masa kuliah. Hari itu, langit cerah seperti biasa. Tak ada tanda-tanda musibah akan terjadi. Namun, sore itu menjadi saksi kepergiannya yang tragis.

Peristiwa bermula ketika sekelompok anak-anak yang bermain di sekitar rumah melihat seseorang terjatuh ke dalam sumur yang biasanya tertutup asbes, tetapi siang itu terbuka sebagian. Teriakan mereka menarik perhatian warga. Yanto, salah satu tetangga, mendatangi lokasi dan menemukan sepasang sandal tergeletak di tepi sumur.

“Saya tahu itu sandal Yahya. Dia selalu pakai itu ke mana-mana. Hati saya langsung nggak enak,” ucap Yanto.

Petugas dari Damkarmat BPBD Gunungkidul segera dihubungi dan datang bersama tim relawan. Proses evakuasi korban jatuh ke sumur di Gunungkidul berlangsung dramatis. Kedalaman sumur sekitar 12 meter, dengan air mencapai 6 meter.

“Saya yang turun langsung. Kami gunakan besi jangkar, lalu saya angkat tubuhnya perlahan,” kata Dhany Alfian, salah satu anggota penyelamat.

Pada pukul 15.38 WIB, tubuh Yahya berhasil diangkat dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jenazah langsung dibawa ke RS Nur Rohmah Playen untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga kini, penyebab pasti mengapa Yahya bisa terjatuh masih belum diketahui. Apakah terpeleset, atau mungkin sedang melamun di tepi sumur yang terbuka, masih menjadi tanda tanya.

Tragedi jatuh ke dalam sumur di Playen ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya benda-benda di sekitar rumah yang tampak sepele namun bisa berujung maut jika tidak dirawat dengan baik.

Kini, di sisi sumur itu, sepasang sandal milik Yahya masih tergeletak. Menjadi saksi bisu senja terakhir seorang cucu yang dicintai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *