FaktaYogyakarta.id, BANTUL – Upaya pelestarian penyu kembali dilakukan di wilayah pesisir selatan DIY. Sebanyak 171 tukik dilepas ke laut di kawasan Pantai Pelangi, Bantul, Yogyakarta, pada Minggu sore (13/7/2025). Acara ini menjadi bagian dari kampanye edukatif dan aksi nyata perlindungan lingkungan pesisir.
Sebelum prosesi pelepasan tukik dimulai, para peserta terlebih dahulu melakukan kegiatan bersih-bersih pantai, khususnya di area bibir Pantai Pelangi. Sampah seperti sedotan plastik, kantong kresek, dan limbah ringan lainnya yang berserakan dikumpulkan agar tidak mencemari habitat penyu maupun mengganggu ekosistem laut.
Pelepasan tukik ini menjadi momen penting dalam rangka pelestarian penyu, hewan laut yang saat ini statusnya terancam punah. Tukik-tukik tersebut merupakan penyu jenis lekang (Lepidochelys olivacea) yang sebelumnya ditetaskan secara semi-alami oleh kelompok pelestari setempat.
Kegiatan ini turut melibatkan komunitas pecinta lingkungan, pelajar, wisatawan, serta warga sekitar yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Dengan semangat kolaborasi, mereka membuktikan bahwa konservasi tukik di Bantul bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap aksi seperti ini terus dilakukan secara berkala. Selain menjaga kelestarian penyu, juga meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kebersihan pantai,” ujar salah satu relawan yang hadir di lokasi.
Pantai Pelangi sendiri semakin dikenal bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai lokasi kegiatan konservasi penyu di Yogyakarta. Pelepasan tukik secara rutin telah menjadi daya tarik wisata edukatif yang ramah lingkungan.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu menginspirasi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap kondisi laut dan pesisir, serta mendorong lebih banyak aksi nyata dalam pelestarian satwa laut dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.














