Bantul  

Diduga Dikendarai Anggota TNI, Mobil Seruduk Warga di Jalan Parangtritis Bantul

Kecelakaan
Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Parangtritis, tepatnya di wilayah Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, pada Kamis (17/7/2025). Foto: Polres Bantul

FaktaYogyakarta.id, BANTUL — Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Parangtritis, tepatnya di wilayah Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, pada Kamis (17/7/2025). Insiden ini menarik perhatian publik setelah video dan informasi kejadian diunggah oleh akun Instagram @merapi_uncover dan menyebar luas di media sosial.

Menurut unggahan tersebut, kecelakaan bermula saat sejumlah warga sedang beraktivitas di pinggir jalan, tepatnya membeli sayuran dari pedagang. Secara tiba-tiba, sebuah mobil melaju dari arah selatan dan menyeruduk warga yang tengah berada di tepi jalan. Beberapa orang dilaporkan terjatuh dan mengalami luka ringan akibat kejadian ini.

Informasi sementara yang beredar menyebutkan bahwa mobil yang menyeruduk warga tersebut diduga dikendarai oleh anggota TNI yang berdinas di wilayah Bantul. Meski begitu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun institusi militer terkait identitas dan status pengemudi mobil.

Kecelakaan di Jalan Parangtritis ini menambah daftar insiden lalu lintas yang terjadi di kawasan selatan Yogyakarta, yang dikenal sebagai jalur padat kendaraan wisata dan masyarakat lokal. Banyak pihak mengharapkan penanganan cepat dari pihak berwenang, termasuk investigasi menyeluruh atas dugaan keterlibatan anggota militer dalam insiden tersebut.

Warga sekitar berharap agar aparat keamanan memberikan informasi yang transparan sekaligus meningkatkan patroli serta pengawasan lalu lintas di kawasan tersebut. Kejadian ini juga menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan, baik sipil maupun aparat, untuk tetap mengedepankan keselamatan dan kewaspadaan saat berkendara.

Kecelakaan lalu lintas di Jalan Parangtritis ini menimbulkan keprihatinan publik dan memicu diskusi tentang pentingnya evaluasi perilaku berkendara, terutama di kawasan padat aktivitas masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *