Bantul  

Aksi Tawuran Pelajar Bermodus Futsal di Pundong Bantul Digagalkan Warga dan Polisi

Tawuran
Aksi tawuran pelajar bermodus bermain futsal berhasil digagalkan oleh warga bersama aparat kepolisian di Dusun Dukuh, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul, pada Jumat (25/7/2025). Foto: Jogjainfo

FaktaYogyakarta.id, BANTUL — Aksi tawuran pelajar bermodus bermain futsal berhasil digagalkan oleh warga bersama aparat kepolisian di Dusun Dukuh, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul, pada Jumat (25/7/2025) sore. Insiden ini melibatkan sekitar 30 pelajar dari tiga SMP di wilayah Bantul yang diduga telah merencanakan bentrokan antar kelompok.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana, menjelaskan bahwa pertemuan di lapangan futsal tersebut hanya menjadi kedok untuk menyamarkan rencana tawuran. Bentrokan ini dipicu oleh saling ejek antar kelompok pelajar di media sosial yang kemudian memanas hingga mengatur lokasi bentrok di kawasan Jalan Parangtritis.

“Dari hasil pemeriksaan, lokasi bentrokan memang sudah direncanakan. Mereka berkumpul dengan dalih bermain futsal, namun tujuannya adalah tawuran,” ungkap Jeffry.

Dalam perjalanan menuju lokasi bentrokan, tepatnya di Jalan Siluk-Kretek, salah satu pelajar melempar botol kaca ke halaman rumah warga. Aksi provokasi ini mengundang perhatian warga setempat. Saat rombongan pelajar melanjutkan konvoi ke arah selatan, mereka panik dan memutar balik setelah mengetahui adanya patroli polisi di sekitar Jembatan Sogun.

Warga yang sempat melihat aksi pelemparan tadi kemudian menghadang rombongan saat mereka kembali ke wilayah Seloharjo. Dua remaja laki-laki, masing-masing berusia 14 dan 15 tahun, berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti yang mengarah pada rencana tawuran. Keduanya tercatat sebagai pelajar kelas IX di salah satu SMP Swasta di Imogiri.

Barang bukti yang diamankan oleh petugas antara lain sabuk gesper, selang berpaku, dan dua unit sepeda motor. Sementara itu, dua pelajar lain yang melarikan diri menggunakan motor Honda PCX mengalami kecelakaan tunggal dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

“Petugas sudah mendatangi lokasi kejadian, mencatat keterangan saksi, mengamankan pelaku dan barang bukti, serta memanggil orang tua untuk proses pembinaan,” lanjut Jeffry.

Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua pelajar lainnya telah diserahkan kepada Satlantas Polres Bantul untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, pihak kepolisian menghimbau kepada sekolah dan orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas remaja agar insiden serupa tidak terulang.

Aksi tawuran pelajar bermodus bermain futsal ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa pengawasan terhadap anak usia remaja perlu diperketat, terutama di era media sosial yang mudah memicu konflik antarkelompok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *